Mengulik 5 Jenis Pupuk Kandang Untuk Pertumbuhan Tanaman Optimal

Semakin maraknya produk organik dan kesadaran masyarakat akan produk sehat membuat banyak industri mulai melirik penggunaan pupuk. Salah satu opsi terbaik untuk tanaman sehat organik adalah pupuk kandang, yang mana diolah dari kotoran hewan yang sudah rapuh, lapuk, dan tidak berbau. Namun, pupuk ini sendiri terbagi dalam beberapa jenis. Berikut ulasannya.

Jenis Jenis Pupuk Organik Dari Kotoran Hewan Ternak

  1. Dari Kotoran Ayam

Menjadi salah satu komoditas ternak di Indonesia, ketersediaan pupuk dari kotoran ayam cukup berlimpah. Anda dapat menggunakan bantuan ekspedisi Medan untuk proses antarnya. Tidak hanya banyak ditemukan, namun gembur kandang yang satu ini juga memiliki sifat dekomposisi yang lebih cepat.

Kandungan senyawa yang baik untuk unsur hara tanah sendiri cukup baik. Jika dirinci, tiga unsur hara utama seperti kalium, fosfor, dan nitrogen ada di angka 0.5%-1.1%. Jumlah tersebut didapat dari pupuk dengan kandungan bahan organik di antara 25 sampai 45%. Tidak hanya itu, kelembaban dari pupuk sendiri masih ada di angka 55-75%.

  1. Kotoran Sapi

Selain ayam, ternak sapi juga memberikan pupuk yang cukup baik meski kadar haranya berbeda dari tingkat nutrisi. Pasalnya, ternak sapi umum hanya memiliki sekitar 175 bahan organik. Yang mana persentase haranya tidak mencapai 1% dengan kelembaban melebihi 80%. Kadar tersebut berbeda jauh dengan ternak dengan nutrisi tinggi.

Kotoran kering sumber pupuk kandang sapi bernutrisi tinggi memiliki nilai hara yang lebih tinggi. Persentasenya untuk setiap kandungan nitrogen, fosfor, dan kaliumnya mencapai angka 2%. Sayangnya, kotoran sapi harus melalui proses dekomposisi terlebih dahulu dengan penambahan unsur nitrogen yang lebih lanjut.

  1. Kotoran Domba Atau Kambing

Untuk opsi humus yang satu ini lebih dikenal karena kandungan kalium dan nitrogen yang lebih tinggi dari produk lainnya. setelah melalui proses dekomposisi, kotoran domba dan kambing cenderung memiliki kandungan hara tinggi. Untuk pupuk keringnya, disebutkan bahwa kandungan nitrogennya mencapai 4% begitu pula dengan kalium di angka 3.5%.

Tidak hanya itu, kandungan fosfornya pun mencapai 1.4%. Tentunya jumlah tersebut dapat berubah tergantung dengan kondisi ternak dan persentase bahan organiknya. Pasalnya, produk dengan 32% bahan organik memiliki kandungan nitrogen, kalium, dan fosfor di bawah 1%. Meski demikian, angka tersebut masih cukup tinggi dibanding pupuk lainnya.

  1. Kotoran Burung Dan Kelelawar

Disebut juga dengan pupuk guano, produk yang satu ini masih cukup jarang ditemukan. Meski demikian, kandungan dan fungsinya tidak kalah dengan ternak lainnya. Hal ini karena unsur hara makro yang ditemukan dari pupuk yang terbuat dari kotoran kelelawar sangatlah tinggi. Persentase fosfornya mencapai 8%, nitrogen 7,5%, dan kaliumnya adalah 1.5%.

Dengan kandungan setinggi itu, tak heran jika pupuk organik yang satu ini sangat baik digunakan untuk memperbaiki unsur hara tanah. Bahkan, fungsinya pun mencakup penyuburan tanah dan pemberian zat organik untuk tanaman. Menariknya, kandungan tersebut akan bervariasi tergantung dengan jenis makanan yang dikonsumsi burung atau kelelawar.

  1. Kotoran Kuda

Pertanian yang dekat dengan peternakan kuda kerap menggunakan kotoran kuda untuk pupuk. Pada dasarnya, kandungan hara di dalam pupuk tidak terlalu jauh dengan sapi yakni tidak mencapai angka 1%. Bahkan, humus ini pun harus melalui proses pengomposan terlebih dahulu karena pencernaan kuda tidak memproses rumput dan biji gulma dengan baik.

Sebagai pilihan gembur organik dengan bahan dasar kotoran hewan, maka setiap jenisnya menjelaskan perbedaan sumber. Meski berkesan menjijikkan, namun bahan kotoran hewan yang telah diolah dikenal memiliki kandungan nitrogen, fosfor, kalium, belerang, serta magnesium. Karena itulah, opsi ini dapat dibuat sendiri hingga membeli dari peternakan.